Rabu, 30 Agustus 2017

Sebagian Jawaban

Tulisan ini dibuat tepat 6 hari setelah 24 tahun sejak aku dilahirkan yeeaah hahahaha😎
Kali ini akan aku ceritakan salah satu teman yang mendadak membuatku tenar😏. Dan semua bermula dari media sosial facebook. Ini cius loo😎

Pertama kali komunikasi lewat komentar salah satu foto tentang kabut pagi di persawahan sebelah rumahku, beberapa hari kemudian dia PM lewat facebok juga, isinya manggil nama depanku. Tak bales manggil nama depan juga gaya sok kenal, kebetulan yang dipajang di facebook adalah nama asli bukan nama alay😂
keesokan harinya lewat PM juga, dia nanya kabar sama kegiatanku dirumah, keponya masih standart😂kemudian berlanjut masih lewat PM kadang-kadang ngasih semangat, klo gak gitu malemnya ngucapin selamat istirahat, perhatiannya masih standart, no one special. Kita chattingnya jarang-jarang ya soalnya pada kerja, cari nafkah sendiri-sendiri😆😆
Setelah beberapa hari chatting salah satu informasi yang aku peroleh, ternyata eh ternyata dia pernah menjadi asdos disalah satu matakuliah dikelasku, oleh karena itu dia bisa mengenalku dan aku sedikit melupakannya😂😂 Wajar lah karena e karena dia jadi asdos sudah 4 tahun yang lalu dan kebetulan sekali dia mengampu matakuliah yang sedikit ribet😅😅
Suatu malam, dia mengirim pesan yang agak panjang dan masih lewat PM facebook, inti dari pesan itu dia berniat ngajaku menikah. Bagaimana jawabanku? Ini bukan sinetron please.
Baru keesokan harinya aku menemukan jawaban dan membalasnya, inti dari jawabanku aku tidak menerima, dan tidak menolak. Aku minta kita berteman dulu, kenapa? aku tidak tau apapun tentang dia. Anaknya siapa? rumahnya mana? ini anak motivasinya apa? najak nikah itu sadar apa ngigau? dsb dsb masih buanyak pertanyaan yang butuh jawaban dan penerangan. Bahkan nomer HP ku dia belum tau, baru setelah dia menerima jawabanku, dia berani minta nomer HP ku (bener-bener nekat ini anak)😔
Setelah tau nomer masing-masing kita masih chatting bukan lewat SMS, line, BBM, atau WA, tapi lewat messenger, masih menggunakan facebook lah hahaha nomer HP cuma formalitas😆Isi chat masih standart semangat pagi, acara hari ini, lanjut selamat istirahat, frekuensi chat masih tetep jarang karena e karena masih kerja, masih cari nafkah sendiri-sendiri😎
Beberapa bulan kemudian dia ngajakin ketemuan, karena e karena beda kota dan beda jadwal kerja jadi direncakan ketemunya pas lebaran dia mau datang kerumah (satu lagi alasannya, lagi males keluar rumah, takut diculik. Udah banyak berita anak diculik lewat facebook, jadi waspada aja). Karena belum pernah kerumah sebelumnya, jadi dia minta alamat rumah di pin di google map (masih memanfaatkan teknologi lagi)😂
Setelah pertemuan pertama dihari raya, dia tanya lagi, masih lewat chatting lagi, dan jawabanku silahkan tanya ayah ibukku. Gimana cara tanyanya, kan diluar kota? gimana ketemunya, kan jadwalnya kerja? biar dia yang cari jalan hahahaha
Lah ternyata beneran, beberapa minggu kemudian dia datang lagi ke rumah. Sendirian. Ketemu sama ayah ibuk. Setelah dia pulang, entahlah gimana caranya dia ngomong tadi, ayah sama ibuk bilang yang intinya mereka tidak menerima dan tidak menolak. Kenapa? karena mereka belum tau dia itu siapa, dan ketika mereka bertanya padaku, aku jawab "aku gak kenal"😂😂
Waktu terus berjalan. Aku disni. Dia disana. Masih tetap bekerja, cari nafkah sendiri-sindiri😎
Kejutan, beberapa minggu setelah itu dia mendadak muncul di rumah sakit tempat ibuk ku dirawat. Nekat dari luar kota dateng berdua sama cewek (ternyata itu adeknya). Sejak saat itu kita chatting sedikit lebih intens karena ada pertanyaan tambahan "gimana keadaan ibuk?"😂😂
Waktu kembali berjalan. Aku disni. Dia disana. Masih tetap bekerja, cari nafkah sendiri-sindiri😎
Beberapa bulan kemudian ayah dan ibuk pulang dari perjalanan jauh, yang mengejutkan tiba-tiba dia datang bersama keluarga lengkap ayah, ibuk, dan adeknya. Dia bilang karena keluargaku belum kenal keluarganya, maka dia memperkenalkan keluarganya ke keluargaku secara langsung. Bahagia? yang ada ndredeg gak ketulungan. Cuma bisa senyum senyum, astaagaa
Waktu kembali berjalan. Aku disni. Dia disana.
Beberapa bulan kemudian dia datang lagi dengan keluarga besarnya, dan dia melamarku.
Beberapa minggu kemudian aku dan keluarga besarku datang kerumahnya untuk membicarakan hari pernikahan daaaan selama perjalanan aku "dihujat" karena gak tau jalan kerumahnya. Yaiyalah lah ini pertama kalinya juga aku datang kerumahnya😒
Waktu kembali berjalan. Aku disni. Dia disana.
Tepat dipertemuan yang kesepuluh selama kita kenal,dia mengucapkan ijab dan qobul yang disaksikan keluarga besar kami. Tepat tanggal 15 Juli 2017 penghulu menyatakan kita sebagai suami istri yang sah, Daaan tepat pada hari itu juga untuk pertama kalinya kita duduk bersebelahan, sekaligus untuk pertama kalinya kita berpegangan tangan😊😊(maaaluuuuuuuu)
*
Naah jadi apa yang bikin tenar? karena waktu terus berjalan, dengan aku disini dan dia disana, jadi hanya sebagian kecil yang tau semua proses panjang itu. Kebetulan tidak ada foto berduaan atau foto kencan, maupun foto prewedding (gak sempet😂) yang bisa dipajang. Daaan sengaja undangan baru jadi H-7, dan disebar H-3. Jadi semua pada bingung aku mau nikah sama siapa😂
Tulisan ini juga sebagai jawaban atas semua pertanyaan tamu undangan yang banyak bertanya kok bisa? kok mendadak? dan pertanyaan kok kok lainnya. Klo masih ada yang ditanyakan, dan belum terjawab silahkan hubungi secara pribadi hihihihi
Kesimpulan tulisan ini dialah teman ku, yang memintaku untuk menggenapkan separuh agama bersama. Dia lah Happy Sholihul Fathoni 💑.Ini bukan akhir cerita, taapii ini awal kisah kami dimulai. Disini aku dan dia memulai belajar dari awal. Doakan kita selalu guys😊😊
Dan Kita Mulai Dari Sini
pertama kali duduk sebelahan
pertama kali foto berdua


Tidak ada komentar:

Posting Komentar