Senin, 30 Oktober 2017

Serpihan Hati Yang Baru

Setelah hari itu, aku memutuskan untuk kembali. Meninggalkan sementara tempat ini. Mencoba mengais sisa hati yang aku miliki. Semoga hati ini bisa menemukan jalannya kembali.

Hari itu aku berangkat setelah makan siang, sekitar pukul 12.30 dan sampai stasiun pukul 13.30 menggunakan ojek online. Tiba di stasiun langsung cetak tiket, kemudian cari tempat bersender, karena kereta baru akan berngkat jam 15.45. Udah nemu tempat yang pas langsung duduk, sender, diam, kemudian selang beberapa menit ada perempuan tiba-tiba duduk bersender juga di sebelah. Aku tanya “mbak baru datang apa mau berangkat?”, mbak nya jawab “mau berangkat, klo mbak?”. “sama, jam berapa?”, “15,45, klo mbak?”, “sama hihihi, turun mana mbak?”dan obrolan puanjang kamipun dimulai. Dari mulai hal paling umum yang masih sedikit malu-malu, sampai masalah pribadi yang menyayat hati. Kita memiliki banyak cerita yang hampir sama, mulai dari sama-sama pulang sendiri karena suami kerja, sama-sama lagi cari kesibukan karena sebelum menikah juga pernah kerja, dan yang paling menyentuh adalah kita sama-sama lagi promil, dengan semua cerita syahdu dibaliknya aaaiiih. Hampir 2 jam kita ngobrol, tanpa sadar kita saling menasehati. Sabar dan bersyukur. Kita tidak bisa mengendalikan orang lain, yang bisa kita lakukan mencoba mengendalikan diri sendiri. Ada hikmah disetiap kejadian, tapi sering kali kita tidak menerima hikmah itu saat kejadian berlangsung. Lebih sering mengeluh, tidak terima, ngedumel, protes, ngambek. Setelah beberapa waktu, telinga mulai mendengar cerita dari orang lain yang lebih pedih, otak mulai bekerja menggunakan akal sehat, hati mulai terbuka untuk menerima. Kenapa saya tidak bersyukur?

Ada kalanya semangat, usaha keras dan kegigihan tidak sesuai harapan. Itu berarti saatnya bersabar. Apakah sabar itu putus asa? Menurutku bukan, putus asa berarti menyerah dan tidak lagi mencoba, sedangkan sabar adalah menunggu kesempatan lain dengan semangat lain, usaha lain, dan kegigihan yang lain, semoga dengan begitu bisa menemukan jalan yang lain. Percaya atau tidak, diluar sana ada orang-orang yang berharap diposisimu saat ini. Bersyukur nak bersyukur (toyor kening sendiri)

Daaaaan setelah obrolan kita yang puanjang dan mau naik kereta, kita baru kenalan hahahaha jadi kadang-kadang tak kenal, maka tak sayang yang umumnya kenalan dulu baru sayang. Klo ini tak sayang, maka tak kenal jadi sayang dulu baru kenalan hahahahaha. Kita pisah karena beda gerbong, semoga bisa bertemu kembali dengan kabar baik masing-masing.

Saya pergi kemana, berapa lama, ada cerita apa Insyaallah saya share lain waktu. 

IMG_4149

Tidak ada komentar:

Posting Komentar