Selasa, 20 September 2016

Balekambang - Malang

Liburan ini aku lupa kapan tanggal kejadiannya, tapi kenangannya asli masih melekat. Klo muhsin bilang ini kejadian sebelum negara api menyerang (SKRIPSI). Liburan kita kali ini ke pantai balekambang, menggunakan 2 motor, dengan 4 personil aku sama mak, terus muhsin, sama sesepuh. Ini semua ide sesepuh, dan kita junior ikut (entah demi apa). Ekspektasi kita berangkat jam 3 buat liat sunrise, jam 3 PAGI bahkan ayam aja belum bangun, kita sudah berencana berangkat. Realita aku berangkat jam 3 ke kos nya mak sama muhsin yang berdampingan dengan pemakaman, terus nunggu di depan penjual batu nisan. YA bayangin aja jam 3 pagi rasa dinginnya malang, sendirian di depan toko batu nisan, rasanya sepi dan dingin gitu aja.

Lanjut telpon sesepuh lamaaa baru diangkat, aku lupa siapa yang telpon waktu itu
x: "Hallo"
s: "hallo"
x: "mas dimana?"
s: "heem"
x: "mas, ayo lo"
s: "he eh iya"
x: "mas baru bangun?"
s: " enggak kok, ini udah mau berangkat"
x: "yok, buruan cepet"
s: "oke"
Dari jawabannya sudah dapat dipastikan, sesepuh baru bangun tidur. Untungnya mak sama muhsin segera keluar, jadi gak sepi sepi banget. Sekitar 10 menit kemudian sesepuh datang, kita langsung berangkat. rutenya aku gak tau, pokok ikut jalurnya sesepuh.
Jejak kita
Selama perjalanan alhamdulillah lancar, menerjang kabut pagi, mampir pom dulu, dan akhirnya kita sampai ditempat yang namanya pantai balekambang. Sampai sana masih sepi dan kita terlambat buat sunrise, mataharinya udah nongol.Tapi itu bukan masalah, kita klo udah ketemu pantai bawaannya pengen langsung nyentuh air laut, so langsung aja kita buat jejak kaki. Bisa disebut napak tilas lah hahaha


Pose sebelum memutar




Untuk sesaat pantai ini berasa pantai pribadi, karena sepinya.Terus kita lanjut muter muter. Klo biasanya muterin pantai lewat tepian, klo kita muterin pantai lewat tengah laut, karena masih pagi air laut masih surut kita bisa memutar lewat batu karang.





Tengah laut tapi gak tenggelam


Ini persis di tengah lautan lepas, saran ya klo mau lewat batu karang pake sendal atau alas kaki apalah.
Mungkin pertama kali menapak gak masalah, tapi nanti lama-lama kaki akan berasa cekit cekit bercampur perih. Luka meskipun kecil klo musuh air laut itu rasanya pedih guys.




Bintang lautnya 1 tentaclenya banyak
Disana kita nemu yang namanya landak laut, bintang laut, dan udang. Asli langsung dari laut, bukan dari buku. Terus dulu aku ngebayangin yang namanya bintang laut itu keras, tapi disini kita menemukan bintang laut yang kulitnya emang keras tapi tentackelnya bergerak aktif. Terus yang namanya landak laut itu menurutku kaya buah rambutan tapi durinya lebih keras, lebih tajam, dan warnanya hitam. Gak ada foto sama landak laut karena takut keracunan (demi keamanan) hahaha. Sesaat kita berasa kaya anak TK yang dilepas di playground. Bebas bereksplorasi hahahahaha.




Kita tidak akan pernah menyerah
Hidup ini perjuangan. Akan ada saatnya kita merasa hidup ini berat tapi yakinlah ketika matahari terbit akan ada harapan baru. Semoga nanti masih ada kesempatan untuk kita melakukan hal menyenangkan lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar