Hay guys ini tulisan bakal bahas sedikit tentang perjalalan ku kenal tere liye (sok kenal). Sedikit. Cuma se di kit☺
Ini sedikit mengingat pertama kali aku baca buku tere liye judulnya sepotong hati yang baru, covernya gambar hati pake perban gitu, dan itu pun dimulai dengan pinjem mbak kos karena bukunya ditumpukan paling atas dan disampul raapii sama mbak Alfi, berarti sekitar 3 tahun yang lalu heee
Teruus habis itu baca yang judulnya daun yang jatuh tidak pernah membenci angin sama rindu. Keduanya masih edisi pinjam juga, yang ini pinjam anak tetangga sebelah. Della dapet buku itu dari perpustakaan sekolahnya, jadi dia baca dulu terus ganti aku yang baca.
Lanjut mulai follow pagenya tere liye di facebook Tere Liye. Tere liye itu cowok, dan baru tau setelah postingan viralnya ini
Bacanya jangan pas capek apalagi sambil marah marah tapi bacanya sambil ngemil biskuit sama teh anget manis, suantai, dan tenang,
Masih lanjut ya terus habis itu ditempat kerja ada anak baru, panggilannya Ime. Sama itu anak diajakin ke perpustakaan Bung Karno dan disana ketemu lagi sama buku tere liye judulnya Ayahku bukan pembohong, Habis itu dapat Happy Surprise buku tere liye judulnya rembulan tenggelam diwajahmu sama Bumi hehehe.
Masih betah baca ya ☺
Lanjut ada bazar di kota, Ime beli Hujan dan dapat dipastikan aku punya kesempatan baca hujan juga ☺
Masih sama Ime pergi ke toko buku, perpus lagi dan menemukan Pulang dan Bulan. Sementara sampai saat ini masih itu Tere liye yang tak baca. Dari semua buku itu Tere liye mampu mengungkap rasa dengan bahasa hati. Mengajarkan ikhlas bukan dalam arti menyerah tapi ikhlas untuk menyambut hal yang baru. Menyimpan perasaan yang indah, untuk sesuatu yang tepat, dan waktu yang tepat. Bukan hanya menikmati hidup tapi lebih bersyukur atas kesempatan hidup, memanfaatkan kesempatan hidup dengan sebaik baiknya.
Dalam tulisan ini adalah nama orang-orang yang masuk dalam kehidupan ku dengan cara yang indah. Bahasa tere liye menggunakan "rahasia langit". Selalu ada hikmah disetiap kejadian, jika bukan sekarang menyadari hikmah itu, berarti bukan sekarang tapi nanti. Jika tidak dengan kesadaran sendiri, berarti akan ada orang lain yang akan menyampaikan kesadaran itu. Keyakinan. Keberanian menghadapi hidup dengan benar.
Insya Allah klo ada kesempatan akan tak bahas bagaimana sensasinya ketika baca novel☺
Sampai ketemu lain waktu ❤❤❤
Tidak ada komentar:
Posting Komentar